Portal Medan, Medan. Aula Fisika USU.13 Februari 2026 — Tradisi punggahan yang diselenggarakan oleh Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Sumatera Utara berlangsung penuh kehangatan dan semangat transformasi. Kegiatan ini dirangkai dengan sesi wawancara imajiner bersama awak media, M. Sontang Sihotang (ms2), serta dihadiri para guru besar, pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, cs (seluruh Civitas Academica Prodi Fisika) FMIPA USU.
Dalam dialog tersebut, Prof. Timbangen Sembiring (TS) menegaskan bahwa punggahan bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum refleksi & konsolidasi kekuatan akademik lintas generasi. “Sinergi, harmoni & integritas adalah fondasi utama untuk membawa Fisika USU menuju panggung global,” ujarnya.
Prof. Zuriah Sitorus (ZS) menambahkan bahwa transformasi akademik harus dimulai dari penguatan budaya riset, etika ilmiah & pembinaan karakter mahasiswa. Menurutnya, keunggulan global hanya dapat diraih melalui konsistensi & kolaborasi yang berkelanjutan.
Senada dengan itu, Prof. Ferdinan Sinuhaji (FS) menekankan pentingnya hilirisasi riset fisika agar berdampak nyata bagi masyarakat & industri. “Inovasi harus melampaui laboratorium dan memberi solusi konkret dari R&D menuju Pra-Commercialization & Commercialization,” tegasnya.
Prof. Susilawati (Sus) yang juga Wakil Dekan 2 FMIPA USU, menyoroti pentingnya harmoni internal dan kolaborasi antar generasi dosen serta mahasiswa. Sementara Prof. Erna (Er) menegaskan urgensi adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital & penguatan jejaring internasional dalam riset fisika modern.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Krista Tarigan (KT) juga menyampaikan bahwa visi besar menuju 2050 harus dibangun dengan semangat spiritualitas, integritas, dan ketekunan ilmiah. Ia menilai bahwa capaian global, termasuk mimpi meraih Nobel Fisika, bukanlah sekadar ambisi, melainkan visi jangka panjang yang harus dipersiapkan melalui ekosistem riset yang kuat dan berkelanjutan.
Wakil Dekan II FMIPA USU, Prof. Cut Fatimah Zuhra, memberikan apresiasi atas soliditas Prodi Fisika dalam menjaga tradisi akademik dan kebersamaan. Ia menegaskan komitmen fakultas dalam mendukung peningkatan tata kelola, fasilitas riset, serta kolaborasi nasional dan internasional.
Ketua Prodi Fisika, Dr. Tulus Ikhsan Nasution, M.Sc., menyampaikan bahwa punggahan ini menjadi simbol energi baru bagi transformasi Prodi Fisika. “Kami menatap 2050 dengan optimisme. Semangat untuk berkontribusi pada perkembangan fisika global ” ungkapnya.
Disela-sela terpisah salah seorang Dosen Fisika yang tidak mau disebutkan namanya memberika respons arah perkembangan Fisika USU kedepan dengan rasa optimis bila didukung oleh Para Fisikawan Indonesia melalui organisasi Physics Society Indonesia (PSI) mengatakan dengan penuh harapan semoga dalam kajian Aplikasi Physics Nuclear khususnya partikel fundamental seperti Higgs Boson, menjadi bagian dari visi jangka panjang Fisika USU khususnya dan Fisika Indonesia umumnya menargetkan pencapaian nominasi untuk mendapatkan Nobel Prize yang akan datang setelah 2012 yang lalu Fisikawan Dunia telah mendapatkan Penghargaan Nobel Fisika 2012 dianugerahkan kepada Serge Haroche (Prancis) dan David J. Wineland (AS) atas terobosan metode eksperimental mereka yang memungkinkan pengukuran dan manipulasi sistem kuantum individual. Mereka berhasil mengamati dan mengontrol partikel individu (foton dan ion) tanpa merusaknya, membuka jalan bagi teknologi komputer kuantum masa depan.
https://www.tiktok.com/@muhammadsontangsihotang/video/7606540445107178772
Acara berlangsung penuh kekhidmatan dan keakraban, memperlihatkan soliditas Civitas Academica Prodi Fisika FMIPA USU. Melalui momentum ini, Fisikawan FMIPA USU menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi, harmoni, integritas, serta transformasi berkelanjutan menuju prestasi global. (ms2)
