OTOMOTIF PORTAL MEDAN. – Bro sekalian, secara umum tekanan ban yang diperbolehkan saat melakukan balapan/race MotoGP sudah ditentukan di regulasi. Batas minimum tekanan ban depan slick adalah 1,9 bar (27,6psi) sementara untuk ban belakang slick adalah 1,7 bar (24,6psi). Secara umum biasanya penggunaan tekanan ban di luar regulasi ini lebih dari setengah dari jumlah total lap dalam race akan masuk dalam kondisi pelanggaran terhadap regulasi. Masih ingatkan kejadian tahun 2018 ketika kemenangan Moto2 Fabio Quartararo di Motegi dibatalkan akibat tekanan bannya hanya kurang 0,02 bar? Kenapa Tekanan ban Kurang 0,02 bar bisa renggut Kemenangan Fabio Quartararo di Moto2 Motegi 2018 ? Nahhh Reportase bocoran baru dari Mat Oxley memperlihatkan data tekanan ban dari Michelin yang dideteksi menggunakan Tire Pressure Sensor yang ada dalam setiap roda menunjukan bahwa tekanan ban beberapa pembalap seperti Jorge Martin dan Pecco Bagnaia terukur berada di luar batas regulasi lebih dari setengah jumlah lap total. Usut punya usut dari apa yang dikorek oleh Mat . . Walaupun tertera jelas di data, namun pembalap yang mungkin juga tidak mengetahui soal angka ini dan terdeteksi kedapatan tekanannya di bawah aturan regulasi memperoleh status ‘pembiaran’. Hal ini dikarenakan menurut Mat adanya gentleman agreement di antara Michelin dan sebagian dari anggota GPC (MSMA, Dorna and IRTA) untuk ‘membiarkan’ pelanggaran jenis ini . . Harap dicatat ada MSMA, ada IRTA yang artinya ini artinya secara umum semua pembalap tahu dan semua tim serta pabrikan tahu adanya pembiaran ini. Cukup kepo juga ingin tahu latar belakang hadirnya ‘agreement‘ ini. Kira-kira karena apa ya? Inkonsistensi dari kualitas compound karet Michelin? Atau hal lain? Namun walaupun ada gentleman agreement, membiarkan sebuah pelanggaran ini menurut TMCBlog ketika diketahui publik tentu akan sedikit membuat ‘sayatan luka’ yang rada awkward dimana menurut publik, buat apa regulasi itu hadir kalo begitu? Mending dihilangkan, atau dibuat amandemen yang mengatur secara jelas mengenai range angka tekanan plus minus yang masih diperbolehkan oleh regulasi. Yang jelas sepengetahuan TMCBlog regulasi sejenis ini hadir dengan sudut pandang keselamatan (safety). Michelin pasti paling tahu dimana tekanan terbaik dan teraman untuk ban yang mereka produksi dan angka angka dalam regulasi tentu sudah mengalami berbagai test dan pengujian karena vital dan menyangkut keselamatan pembalap. Oleh karena itu setuju jika seluruh pihak yang terlibat mulai menjalankan regulasi dengan tepat secepatnya. Taufik of BuitenZorg | @tmcblog The post Berharap regulasi tekanan ban MotoGP diimpelementasikan secara benar secepatnya appeared first on tmcblog.com.
http://dlvr.it/SQ6Wqt
http://dlvr.it/SQ6Wqt
