SAMOSIR, 4 Mei 2026 — Di bawah langit biru Kenegerian Sihotang yang sakral, sebuah pertemuan lintas negara dan lintas disiplin ilmu serta wawasan terjadi dengan penuh khidmat. Datuk Prof. ChM.Ts. Taufiq Yap Yun Hin, PJN, PGDK, FAScm FMIC, FGSC, CChem, AMIChemE, MMSET pakar katalis ternama dunia dengan H-Index Scopus 81, dari Universiti Putra Malaysia (UPM), melakukan ziarah budaya ke Tugu Raja Ompung Sigodang Ulu Sihotang di Desa Sampur Toba, Samosir.
Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sebuah simfoni persaudaraan antara sains modern dan kearifan lokal Nusantara.
Ziarah Kekeluargaan di Jantung Samosir
Datuk Prof. Taufiq Yap hadir didampingi oleh kolega sekaligus muridnya, Kiyai Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si (ms2), Kepala Laboratorium Fisika Nuklir Universitas Sumatera Utara (USU) - Medan. Kehadiran mereka membawa serta kehangatan keluarga; hadir pula Dr. Amalinah (mantan pensyarah Accounting UPM ) dan putra mereka, Danish (student Kejuruteraan Seni Bina Universiti Malaya), serta Dra. Dara Aisyah, M.Si., Ph.D. (Sekretaris Prodi S-1 Ilmu Administrasi Publik FISIP USU).
Di hadapan monumen megah yang menjulang sebagai simbol kehormatan leluhur marga Sihotang, rombongan terhanyut dalam narasi sejarah dan filosofi yang mendalam.
"Monumen leluhur adalah jangkar identitas. Di sinilah generasi muda belajar bahwa mereka tidak tumbuh dari ruang hampa, melainkan dari akar sejarah yang kuat," ujar Datuk Prof. Taufiq Yap dengan nada haru.
Filosofi "Katalis Sosial": Sains untuk Budaya
Sebagai ilmuwan yang mendedikasikan hidupnya pada bidang katalisis, Datuk Prof. Taufiq Yap memberikan perspektif yang memukau. Dalam dunia kimia, katalis adalah zat yang mempercepat reaksi tanpa dirinya ikut habis. Baginya, Tugu Raja Ompung Sigodang Ulu Sihotang adalah "Katalis Sosial".
Mempercepat Kesadaran: Menjadi pemicu bagi generasi millenial dan Gen-Z (Generasi Z) untuk kembali mencintai budaya.
Solidaritas Tanpa Batas: Memperkuat ikatan persaudaraan (marga) yang tidak akan lekang oleh waktu.
Inspirasi Keberlanjutan: Menjadi energi yang mendorong kemajuan masyarakat tanpa meninggalkan jati diri.
"Sebagaimana katalis dalam sains kimia mempercepat perubahan positif, tugu ini adalah pemicu (catalyst) bagi tumbuhnya kebanggaan dan persatuan. Dampaknya akan sangat luas bagi keberlanjutan nilai budaya di tengah gempuran modernisasi," tambah Ketua PUTRA CAT UPM (Head of Catalysis Science and Technology Research Centre, Faculty of Science, Universiti Putra Malaysia (UPM), Malaysia yang juga mantan Rektor Universiti Malaysia Sabah (UMS) - Malaysia.
Sinergi Fisika Nuklir dan Kearifan Lokal
Senada dengan hal tersebut, ms2 menekankan bahwa integrasi antara ilmu pengetahuan tinggi dan pelestarian budaya adalah kunci kemajuan bangsa.
"Kehadiran akademisi internasional sekelas Datuk Prof. Taufiq Yap di tanah kelahiran leluhur kami adalah momentum emas. Ini membuktikan bahwa setinggi apa pun ilmu pengetahuan (seperti Fisika Nuklir), ia harus tetap membumi dan bersandar pada nilai-nilai kearifan lokal," tegas ms2.
Diplomasi Budaya Negara Serumpun
Kunjungan ke Samosir ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan wisata budaya Datuk Prof. Taufiq Yap di Sumatera Utara, meliputi Parapat, Berastagi, hingga Medan. Di akhir lawatannya, sang Profesor menegaskan pesan persaudaraan yang kuat:
"Kita adalah Negara Serumpun. Warisan leluhur di Nusantara ini, baik di Indonesia maupun Malaysia, adalah identitas kolektif yang harus kita jaga bersama demi masa depan yang lebih bermarwah & bermartabat."
Kunjungan ini sebaiknya meninggalkan pesan mendalam bagi warga Samosir khususnya dan Sumut am (umumnya) nya: bahwa sejarah bukan sekadar batu dan semen, melainkan "katalis" yang menghidupkan jiwa & rohani sebuah bangsa.Semoga nian.(ms2).
