Oleh:
1. Muhammad Dimas Arjen Bintaro (Mahasiswa Progam Studi Ilmu Filsafat,
Fakultas Agama Islam dan Humaniora (FAIH) – Universitas Pembangunan Panca Budi
( UNPAB) – Medan.
2.Kiyai Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si
(Kepala Laboratorium Fisika Nuklir Universitas Sumatera Utara (USU)-Medan,
Peneliti Pusat Unggulan Inovasi Ipteks (PUI) Karbon Kemenyan, Program
Studi (Prodi) Fisika-Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam
(FMIPA)-USU), Dosen Mata Kuliah Fisika Sawit USU, Dosen Mata Kuliah
Filsafat Ketuhanan, Urban Sufisme - Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB)
-Medan.
https://linktr.ee/muhammadsontangsihotang
https://linktr.ee/sontangsihotang
Correspondence: muhammad.sontang@usu.ac.id
Deli Serdang, 2026 – Mata kuliah Urban Sufisme kini menjadi fenomena baru di lingkungan akademik dan masyarakat Deli Serdang. Tidak lagi dipandang sekadar kajian spiritual klasik, Urban Sufisme berkembang menjadi pendekatan ilmiah, sosial, dan budaya yang menjawab krisis moral, tekanan psikologis generasi muda, hingga tantangan etika industri modern. Program ini bahkan dinilai mampu menjembatani kebutuhan spiritual masyarakat urban dengan perkembangan teknologi dan kehidupan modern yang serba cepat.
Falsafat Urban Sufisme:
Spiritualitas di Tengah Modernitas
Secara
falsafah, Urban Sufisme berangkat dari pemikiran bahwa manusia modern mengalami
keterasingan (alienasi) akibat materialisme, individualisme, dan
kompetisi sosial. Konsep ini menggabungkan nilai tasawuf dengan dinamika
kehidupan kota modern.
Menurut
kajian Sila (2002), Urban Sufisme muncul sebagai respons masyarakat
perkotaan yang mengalami kekosongan spiritual meski hidup dalam kemajuan
ekonomi dan teknologi. Urban Sufisme tidak mengajak masyarakat meninggalkan
dunia, tetapi membangun keseimbangan antara spiritualitas, produktivitas, dan
kehidupan sosial.
Dalam
konteks Deli Serdang, mata kuliah ini dipandang relevan karena masyarakat
daerah penyangga metropolitan Medan menghadapi perubahan sosial cepat:
urbanisasi, budaya digital, tekanan ekonomi, hingga degradasi moral remaja.
Konsep Urban
Sufisme dalam Dunia Akademik
Konsep
utama Urban Sufisme meliputi:
1. Tazkiyatun Nafs – penyucian jiwa di tengah
kehidupan modern.
2.Spiritual Intelligence – kecerdasan spiritual sebagai
penyeimbang kecerdasan intelektual.
3.Neo-Sufisme – tasawuf yang aktif secara sosial
dan tidak eksklusif.
4.Moderasi Beragama – membangun toleransi dan harmoni
sosial.
5.Kesadaran Sosial Urban – spiritualitas yang berdampak pada
lingkungan masyarakat.
Kajian
Mustofa & Hakim (2024) menunjukkan bahwa pendidikan sufistik mampu
membentuk sikap Islam moderat pada pemuda urban serta menekan perilaku
ekstremisme digital di kalangan Gen Z.
Teori yang
Mendukung Mata Kuliah Urban Sufisme
1. Teori Alienasi Karl Marx
Modernitas
menciptakan keterasingan manusia dari nilai kemanusiaannya. Urban Sufisme hadir
sebagai solusi pemulihan makna hidup.
2. Teori Kecerdasan Spiritual Danah
Zohar
Kesuksesan
hidup tidak cukup hanya dengan IQ dan EQ, tetapi memerlukan SQ (Spiritual
Quotient).
3. Teori Neo-Sufisme Fazlur Rahman
Tasawuf
harus aktif dalam kehidupan sosial, pendidikan, ekonomi, dan pembangunan
masyarakat.
4. Grand Theory:
Humanistik-Spiritualistik
Grand
teori Urban Sufisme menempatkan manusia sebagai makhluk spiritual, sosial, dan
intelektual secara bersamaan.
Pendekatan
ini menekankan:
- keseimbangan
dunia-akhirat,
- etika
sosial,
- spiritualitas
produktif,
- harmoni
sosial modern.
Prinsip
Utama Program Urban Sufisme
Program
Urban Sufisme di Deli Serdang memiliki prinsip:
- Humanis
- Moderat
- Inklusif
- Berbasis
akhlak
- Adaptif
terhadap teknologi
- Berorientasi
sosial
Prinsip
ini menjadikan Urban Sufisme bukan sekadar teori agama, tetapi model
pembentukan karakter masyarakat modern.
Tujuan Mata
Kuliah Urban Sufisme
Tujuan Akademik
- Mengembangkan
kesadaran spiritual mahasiswa.
- Membentuk
karakter moderat dan toleran.
- Mengintegrasikan
ilmu pengetahuan dengan nilai moral.
Tujuan Sosial
- Menekan
degradasi moral remaja.
- Mengurangi
konflik sosial berbasis identitas.
- Membentuk
masyarakat urban yang harmonis.
Tujuan Psikologis
- Mengurangi
stres dan kecemasan digital.
- Meningkatkan kesehatan mental mahasiswa dan Gen Z
Manfaat
Urban Sufisme bagi Masyarakat
1. Dampak bagi Masyarakat Awam
Urban
Sufisme membantu masyarakat memahami agama secara damai, moderat, dan
kontekstual. Program ini juga meningkatkan solidaritas sosial dan kepedulian
lingkungan.
2. Dampak bagi Gen Z
Generasi
Z menghadapi:
- kecanduan
media sosial,
- krisis
identitas,
- tekanan
mental digital.
Urban
Sufisme menawarkan:
- mindfulness
Islami,
- pengendalian
diri,
- etika
digital,
- ketahanan
mental.
Kajian
Muhja & Wijaya (2023) menegaskan bahwa sufisme sangat penting untuk
mengatasi krisis moral generasi milenial dan Gen Z.
3. Dampak bagi Industri
Industri
modern mulai membutuhkan:
- etika
kerja,
- kepemimpinan
spiritual,
- keseimbangan
mental pekerja.
Konsep
spiritual workplace dalam Urban Sufisme mendorong budaya kerja yang
lebih manusiawi dan produktif.
4. Dampak bagi Civitas Academica
Urban
Sufisme memperkuat:
- budaya
akademik beretika,
- integritas
ilmiah,
- relasi
dosen-mahasiswa yang humanis,
- riset
berbasis nilai sosial.
State of The
Art Penelitian Urban Sufisme
Penelitian
terbaru menunjukkan pergeseran paradigma tasawuf:
|
Periode |
Fokus Kajian |
|
Tasawuf
Klasik |
Zuhud
dan pengasingan diri |
|
Neo-Sufisme |
Tasawuf
aktif sosial |
|
UrbanSufismeModern |
Spiritualitas
digital dan masyarakat urban |
|
Era
Gen Z |
Tasawuf
sebagai terapi mental dan etika digital |
Kebaruan (Novelty)
Program
Urban Sufisme di Deli Serdang dinilai unik karena:
- mengintegrasikan
pendidikan spiritual dengan masyarakat urban,
- relevan
dengan Gen Z digital,
- dapat
diterapkan pada industri dan komunitas akademik,
- berbasis
moderasi beragama lokal Sumatera Utara.
Analisis
Akademik dan Sosial
Pakar
pendidikan Islam menilai Urban Sufisme menjadi model pendidikan masa depan
karena mampu menjawab krisis multidimensi:
- krisis
moral,
- krisis
mental,
- krisis
identitas,
- krisis
sosial.
Di
Deli Serdang, pendekatan ini berpotensi menjadi identitas baru pendidikan Islam
modern yang adaptif terhadap perubahan zaman namun tetap menjaga nilai
spiritualitas.
Kesimpulan
Urban
Sufisme bukan lagi sekadar kajian tasawuf klasik, melainkan gerakan intelektual
dan sosial yang mampu membentuk masyarakat modern yang spiritual, produktif,
toleran, dan beretika. Mata kuliah ini diprediksi menjadi salah satu model
pendidikan paling relevan bagi masyarakat urban Deli Serdang di era digital.
Jika
diterapkan secara serius, Urban Sufisme dapat menjadi solusi nyata menghadapi
krisis moral Gen Z, tekanan sosial modern, hingga tantangan etika industri masa
depan.

