INTEGRASI KEBIJAKAN MITIGASI & INOVASI TEKNO-EKONOMI BETON POLIMER DALAM REKONSTRUKSI PASCA-BENCANA SUMATERA 2025



Oleh:

 

  1. Prof.Dr. Tamrin,(Dosen Kimia Polymer, Program Studi S-1 FMIPA Universitas Sumatera Utara (USU)-Medan, Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) USU)

 

  1. Dr. Fauzi, M.S. (Mantan Dosen Fisika Materials, Program Studi S-1 FMIPA USU-Medan)

 

  1. Kiyai Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si. (Dosen Fisika Materials, Kepala Laboratorium Fisika Inti (Nuklir), Program Studi S-1 FMIPA USU-Medan)

 

EXECUTIVE SUMMARY

Urgensi dan Latar Belakang

Pasca-bencana yang melanda wilayah Sumatera sepanjang tahun 2025, ditemukan fakta bahwa kegagalan infrastruktur menjadi kontributor utama kerugian ekonomi dan korban jiwa. Berdasarkan forum refleksi IMPRODIAP FISIP USU (2026), terdapat kebutuhan mendesak untuk menyinkronkan kebijakan pemerintah dengan inovasi riset. Masalah utama terletak pada penggunaan material konstruksi konvensional yang bersifat getas (brittle) dan rentan korosi, sehingga tidak mampu menghadapi dinamika seismik dan ancaman tsunami di pesisir Sumatera.

Solusi Inovatif: Beton Polimer (BP)

Sebagai jawaban atas tantangan teknis lapangan, riset dari FMIPA USU (Sihotang et al., 2026) memperkenalkan Beton Polimer (BP) tinggi performa. Berbeda dengan beton semen, BP menggunakan resin polimer sebagai pengikat yang menghasilkan:

  • Kekuatan Mekanik Ekstrem: Kuat tekan $> 80$ MPa dan daya serap energi guncangan (daktilitas) yang jauh lebih tinggi untuk menahan gempa.
  • Ketahanan Lingkungan: Porositas $< 0,1\%$, menjadikannya kedap air dan tahan terhadap degradasi kimiawi/garam di wilayah pesisir.
  • Kecepatan Operasional: Material mengeras sempurna dalam waktu $< 24$ jam, memungkinkan percepatan pemulihan infrastruktur darurat pasca-bencana secara signifikan.

Valuasi Tekno-Ekonomi dan Model Bisnis

Meskipun harga bahan baku resin lebih tinggi dibandingkan semen, analisis model bisnis menunjukkan bahwa BP menawarkan Total Cost of Ownership (TCO) yang lebih rendah. Hal ini didorong oleh:

  • Zero Maintenance: Tidak memerlukan biaya perawatan selama siklus hidup 30-50 tahun.
  • Reduksi Risiko: Menurunkan potensi biaya rekonstruksi ulang akibat kerusakan bangunan saat terjadi bencana susulan.
  • Hilirisasi: Transformasi riset laboratorium menjadi produk industri siap pakai (prefabrikasi) untuk pengadaan barang pemerintah (BNPB/PUPR).

Sinergi Kebijakan Strategis

Keberhasilan mitigasi bencana Sumatera Utara bergantung pada integrasi tiga pilar (IMPRODIAP, 2026):

  1. Legislatif (DPRD): Penyusunan regulasi dan anggaran yang memprioritaskan penggunaan material “Green & Resilient”.
  2. Akademisi (USU): Penyediaan data riset karakterisasi fisiko-kimia dan optimasi material berbasis potensi lokal.
  3. Praktisi (BPBD): Implementasi teknologi pada titik-titik rawan yang teridentifikasi dalam Peta Ekosistem.

Kesimpulan & Rekomendasi

Integrasi antara kebijakan publik dan sains material beton polimer adalah solusi fundamental bagi ketangguhan Sumatera. Direkomendasikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera melaksanakan Pilot Project berupa pembangunan dinding penahan tsunami dan bunker evakuasi berbasis beton polimer sebagai standar baru konstruksi tangguh bencana

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

 

Peristiwa bencana di wilayah Sumatera sepanjang tahun 2025 telah mengekspos kerentanan infrastruktur publik terhadap beban dinamik seperti gempa bumi dan tsunami. Berdasarkan refleksi yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan (IMPRODIAP, 2026), terdapat kesenjangan antara kebijakan manajemen bencana dengan ketersediaan teknologi material yang mampu bertahan dalam kondisi ekstrem. Infrastruktur konvensional berbasis semen seringkali gagal karena sifatnya yang getas (brittle) dan waktu pengerasan yang lambat.

 

Sebagaimana akan dibahas dalam diskusi publik IMPRODIAP FISIP USU, pemulihan berkelanjutan membutuhkan sinkronisasi antara riset dan praktik lapangan.

 

Salah satu tantangan terbesar dalam mitigasi adalah kegagalan struktur bangunan (getas) saat menghadapi gempa atau tsunami.

 

Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara kebijakan manajemen bencana dengan Inovasi Sains Material, seperti penggunaan Beton Polimer (BP).

 

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana menyinkronkan kebijakan pemerintah dengan hasil riset akademis dalam penanggulangan bencana?
  2. Mengapa inovasi Beton Polimer (BP) menjadi solusi teknis yang relevan untuk mitigasi bencana di Sumatera?

 

Tujuan

Menganalisis urgensi integrasi kebijakan lintas sektoral dan penggunaan material beton polimer sebagai alternatif konstruksi yang tangguh dan efisien secara ekonomi.

 

Sinergi Strategis : Antara Kebijakan & Teknologi

 

Integrasi ini dapat dilihat melalui tiga sudut pandang narasumber dalam Poster Program yang dihubungkan dengan inovasi beton polimer:

Aspek Kebijakan (Drs. H. Muhammad Subandi ST., MM):

Peran legislatif adalah mendorong regulasi yang mewajibkan penggunaan material konstruksi tangguh bencana pada infrastruktur kritis.

Beton Polimer, dengan keunggulan durabilitasnya, dapat menjadi Rekomendasi Standar Baru dalam proyek pembangunan daerah Sumatera Utara khususnya.

Perbincangan yang akan Didiskusikan dalam Diskusi Publik (27 Februari 2026) di Aula FISIP USU :

Aspek Akademis & Riset (Dr. H. Asren Nasution)  & Tim FMIPA USU dalam opini media):

Riset dari FMIPA USU (sebagaimana dipaparkan dalam media on-line oleh Tim Riset FMIPA USU) menunjukkan bahwa Beton Polimer (BP) memiliki kuat tekan > 80 MPa & Daktilitas Tinggi. Ini adalah jawaban ilmiah atas kerentanan infrastruktur di Provinsi Sumatera Utara yang berada di Zona Seismik Aktif.

 

Aspek Praktik Lapangan (BPBD Provinsi Sumatera Utara):

Bagi praktisi lapangan, efisiensi waktu adalah kunci. Beton polimer menawarkan waktu pengerasan kurang dari 24 jam, jauh lebih cepat dibanding beton semen konvensional (28 hari), sehingga mempercepat proses pemulihan fasilitas publik pasca-bencana.

Analisis Konsep, Teori & Aplikasi Berdampak :

Keunggulan Beton Polimer (BP) sebagai Instrumen Mitigasi :

 

Berdasarkan kajian tekno-ekonomi, beton polimer bukan sekadar material alternatif, melainkan solusi strategis:

  1. Ketahanan Ekstrem :

Sangat kedap air (porositas < 0,1 %) & tahan korosi, menjadikannya ideal untuk struktur tanggul laut penahan tsunami di pesisir Sumatera.

 

  1. Mitigasi Gempa :

Sifat daktilitasnya (tidak getas) memungkinkan penyerapan energi guncangan yang lebih baik, mengurangi risiko keruntuhan bangunan.

 

  1. Efisiensi Ekonomi Jangka Panjang:

Meski biaya bahan baku resin lebih tinggi, Total Cost of Ownership (TCO) lebih rendah karena biaya pemeliharaan nol (Zero Maintenanceselama puluhan tahun.

 

  1. Peta Ekosistem & Hilirisasi Industri

 

Menyinkronkan “Peta Ekosistem” dengan Beton Polimer (BP) berarti membangun infra-struktur yang selaras dengan Daya Dukung Lingkungan.

Inovasi ini juga mendukung Kemandirian Industri Lokal di Provinsi Sumatera Utara dengan memanfaatkan potensi Material Daerah & mengurangi ketergantungan pada Semen Konvensional yang tinggi Emisi Karbon.

 

TINJAUAN PUSTAKA

 

Manajemen Bencana Berkelanjutan

 

Manajemen bencana yang efektif memerlukan sinergi antara legislatif, akademisi, dan praktisi lapangan. Fokus utama saat ini adalah “Pemulihan Berkelanjutan” yang memadukan perlindungan ekosistem dengan infrastruktur fisik.

 

Inovasi Beton Polimer (BP)

 

Beton Polimer adalah komposit maju yang mengganti binder semen dengan resin polimer termoset. Inovasi ini menawarkan daktilitas (kelenturan) yang lebih tinggi dibandingkan beton semen konvensional, sehingga lebih mampu menyerap energi gempa. Selain itu, sifatnya yang kedap air (porositas < 0,1 %) sangat ideal untuk lingkungan pesisir.

 

ANALISIS & PEMBAHASAN

ANALISIS STRATEGIS (SWOT ANALYSIS)

  • Strength (Kekuatan) : Kuat tekan tinggi (> 80 MPa), cepat keras & tahan kimia.
  • Weakness (Kelemahan): Ketergantungan pada fluktuasi harga bahan baku resin.
  • Opportunity (Peluang): Adanya dorongan dari DPRD Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah Sumatera Utara untuk memperbarui standar keamanan infrastruktur .
  • Threat (Ancaman): Dominasi material konvensional yang lebih murah secara modal awal namun lemah secara jangka panjang.

 

Sinkronisasi Kebijakan & Praktik Lapangan Berdasarkan diskusi publik “Refleksi Bencana Sumatera 2025”, terdapat tiga pilar utama:

  • Legislatif : Mengarahkan anggaran pada material konstruksi durabilitas tinggi.

 

  • Akademisi: Memberikan optimasi karakterisasi fisiko-kimia material agar sesuai dengan agregat lokal Sumatera.

 

  • Praktisi (BPBD): Memerlukan material yang cepat keras (< 24 jam) untuk mempercepat rehabilitasi fasilitas darurat.

 

Valuasi Tekno-Ekonomi Beton Polimer :

 

Meskipun biaya awal resin lebih mahal daripada semen, Analisis Siklus Hidup (Life Cycle Analysis) menunjukkan bahwa Beton Polimer (BP) lebih ekonomis.

Hal ini dikarenakan biaya pemeliharaan nol (Zero Maintenance Cost) selama 30 – 50 tahun dan eliminasi biaya perbaikan pasca-bencana akibat ketahanan material terhadap retak.

 

Implementasi pada Peta Ekosistem

 

Penggunaan Beton Polimer (BP) mendukung konsep pembangunan berbasis Peta Ekosistem dengan meminimalkan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi semen yang masif dan memberikan proteksi lebih pada zona-zona rawan bencana yang terpetakan.

 

PENUTUP

 

Kesimpulan, Saran & Rekomendasi ;

Kesimpulan :

Refleksi bencana 2025 tidak boleh berhenti pada diskusi kebijakan, tetapi harus berlanjut pada implementasi teknologi.

 

Pemulihan berkelanjutan pasca-bencana Sumatera 2025 hanya dapat dicapai jika kebijakan publik (seperti yang didorong oleh FISIP USU) didukung oleh inovasi sains material (FMIPA USU).

Beton Polimer (BP) terbukti secara teknis & ekonomi layak menjadi standar baru untuk konstruksi mitigasi bencana.

 

Beton Polimer (BP) adalah jawaban nyata dari dunia riset untuk mendukung Kebijakan Pemerintah dalam menciptakan “Sumatera Yang Tangguh”.

 

Saran :

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara perlu melakukan Proyek Percontohan (Pilot Project) berupa pembangunan dinding penahan tsunami dan bunker evakuasi menggunakan beton polimer di wilayah pesisir yang teridentifikasi rawan pada Peta Ekosistem

  

Rekomendasi :

  • Pemerintah Daerah (DPRD & BPBD) perlu melakukan uji coba skala penuh (prototype) penggunaan panel pre-fabrikasi beton polimer pada bunker evakuasi atau Dinding Penahan Tsunami di wilayah pesisir Sumatera Utara.

 

  • Adanya insentif bagi kontraktor yang menggunakan material “Green & Resilient” dalam proyek infra-struktur publik.
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak