Jakarta.garudanews//Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Program Beasiswa dengan Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan berlangsung pada 10–12 September 2026 di Hotel Orchardz Industri Jakarta Pusat dan dihadiri oleh 70 Perguruan Tinggi Penyelenggara Beasiswa Indonesia Bangkit dari berbagai perguruan tinggi keagamaan negeri, perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi umum, serta perguruan tinggi swasta mitra.
UIN Mataram menjadi salah satu perguruan tinggi yang hadir dalam forum strategis tersebut bersama berbagai perguruan tinggi nasional, seperti UIN Walisongo Semarang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Padjadjaran, serta perguruan tinggi lainnya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA. Dalam agenda pembukaan, turut memberikan sambutan Ketua Tim Beasiswa PUSPENMA, Dr. Siti Maria Ulfa, M.S.I, dan Kepala PUSPENMA, Dr. Ruchman Basori, M.Ag.
PUSPENMA Dorong Kesepahaman Bersama Perguruan Tinggi Penyelenggara Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, panitia menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit Tahun 2026 sekaligus bentuk penguatan kolaborasi antara Kementerian Agama dan perguruan tinggi penyelenggara beasiswa.
Kepala PUSPENMA, Dr. Ruchman Basori, M.Ag, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk membangun kesepahaman bersama antara Kementerian Agama dan perguruan tinggi mitra mengenai arah pengembangan Beasiswa Indonesia Bangkit.
Menurutnya, PTP yang menjadi mitra BIB dipilih berdasarkan berbagai pertimbangan, terutama keunggulan institusi dan keunggulan program studi.
Melalui perguruan tinggi terbaik tersebut, BIB diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Dalam arahannya, Kepala PUSPENMA menegaskan bahwa hubungan antara pengelola beasiswa, perguruan tinggi, dan mahasiswa penerima beasiswa tidak boleh hanya berhenti pada aspek administrasi pembiayaan.
“Mahasiswa penerima beasiswa harus dipersiapkan menjadi pemimpin bangsa, profesional unggul, dan menjadi duta Kementerian Agama di tengah masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan beasiswa melalui berbagai inovasi, seperti penguatan program reguler, double degree, program akselerasi pendidikan, pendidikan jarak jauh, serta bantuan penyelesaian studi bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan penyelesaian pendidikan.
Sekjen Kemenag: Pendidikan adalah Game Changer Transformasi Indonesia Emas 2045
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membangun kolaborasi dalam penyelenggaraan Beasiswa Indonesia Bangkit.
Menurut beliau, pembangunan sumber daya manusia merupakan game changer utama dalam mewujudkan transformasi Indonesia menuju negara maju.
“Kita harus bersama-sama mewujudkan sumber daya manusia yang bermutu dan berkualitas. Pendidikan menjadi kunci utama dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Sekjen menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan. Hal tersebut tercermin dari amanat konstitusi mengenai alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN.
Namun demikian, Indonesia saat ini masih berada pada fase penguatan akses pendidikan, sehingga sebagian besar anggaran masih digunakan untuk pembangunan infrastruktur pendidikan seperti ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas pendukung lainnya.
Menurutnya, negara-negara maju seperti Amerika dan negara-negara Eropa telah melewati fase pembangunan infrastruktur pendidikan sehingga lebih banyak memfokuskan investasi pendidikan pada peningkatan kualitas, riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
BIB sebagai Investasi Masa Depan Bangsa Sekjen Kemenag menegaskan bahwa keberadaan Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan langkah strategis negara dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak bangsa.
Sebelumnya, kesempatan belajar ke luar negeri banyak bergantung pada beasiswa dari negara lain seperti Fulbright, DAAD, maupun Chevening yang jumlahnya terbatas.
Namun saat ini Indonesia telah memiliki program beasiswa nasional yang memberikan peluang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia.
Beliau berharap para penerima BIB tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi insan unggul yang mampu membawa perubahan.
“Pastikan para penerima beasiswa sukses. Pastikan mereka berhasil sehingga investasi negara melalui program ini benar-benar memberikan manfaat bagi bangsa,” pesannya.
Penguatan Riset, Dana Abadi, dan Kontribusi Alumni
Dalam arahannya, Sekjen juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem perguruan tinggi melalui tiga sumber utama:
1.Dana abadi perguruan tinggi (endowment fund)
Perguruan tinggi maju dunia memiliki dana abadi sebagai sumber keberlanjutan pendidikan dan riset.
2.Kerja sama penelitian dengan industry
Kampus harus menjadi mitra strategis dunia industri melalui inovasi dan penelitian yang berdampak.
3.Kontribusi alumni
Alumni harus tetap memiliki keterikatan dengan almamater dan ikut berkontribusi dalam pengembangan perguruan tinggi.
Menurut beliau, perguruan tinggi Indonesia perlu terus memperkuat budaya riset dan inovasi agar mampu bersaing secara global.
UIN Mataram Berkomitmen Mendukung Penguatan BIB
Keikutsertaan UIN Mataram dalam forum koordinasi ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk memperkuat pengelolaan Beasiswa Indonesia Bangkit serta memastikan mahasiswa penerima beasiswa memperoleh layanan akademik dan administratif yang optimal.
Melalui forum ini, UIN Mataram memperoleh berbagai penguatan kebijakan terkait pedoman umum BIB, mekanisme penyaluran komponen pembiayaan, serta sinkronisasi data penerima beasiswa.
Agenda koordinasi juga mencakup pembahasan pedoman umum BIB Tahun 2026, panduan penyaluran komponen pembiayaan, serta rekonsiliasi data penerima beasiswa dan komponen pembiayaan antara PUSPENMA dan perguruan tinggi penyelenggara.
Dengan adanya sinergi antara Kementerian Agama dan perguruan tinggi penyelenggara, diharapkan Beasiswa Indonesia Bangkit semakin mampu mencetak generasi intelektual muslim Indonesia yang unggul, berdaya saing global, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.(A.Turmuzi)
Tags
Peristiwa
